30 Desember 2025 —
Indonesia kembali berduka. Serangkaian bencana yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian khusus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dengan respon yang sigap, Presiden langsung menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dalam operasi penyelamatan.
Presiden Prabowo memerintahkan kementerian terkait, Badan Penanggulangan Bencana, Tim Reaksi Cepat, serta seluruh komponen negara yang berkompeten untuk fokus melakukan berbagai tindakan penyelamatan. Instruksi tersebut meliputi evakuasi korban, konsolidasi antarinstansi, serta peningkatan koordinasi baik saat bencana berlangsung maupun pada fase pascabencana.
Bahkan, Presiden menegaskan bahwa sistem darurat bencana dapat diberlakukan bila diperlukan, termasuk memberikan akses dan kemudahan bagi seluruh pihak yang membutuhkan pertolongan atau bantuan.
Respon cepat Presiden Prabowo mendapat apresiasi yang sangat mendalam dari banyak pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang (ETH), H. Dedy Safrizal.
Sebagai putra daerah Aceh dan sosok yang mengaku telah puluhan tahun mengikuti perjalanan Prabowo Subianto sejak masih bertugas di Kopassus, H. Dedy tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
“Saya tahu persis siapa Bapak. Saya adalah orang yang selalu membersamai beliau selama ini. Saya sangat bangga memiliki pimpinan negara yang penuh perhatian dan begitu tulus untuk rakyat Indonesia,” ujar Dedy dengan wajah berkaca-kaca.
Dedy juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, dirinya bersama tim ETH berencana melakukan perjalanan ke tiga titik bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan semangat bagi para korban agar tetap kuat menghadapi situasi yang sulit.
“Mohon doa, semoga perjalanan kami menuju lokasi bencana berjalan lancar. Kami ingin hadir langsung menyemangati saudara-saudara kita di tengah kondisi yang sangat berat ini,” sambungnya.
Pernyataan Ketum ETH tersebut diamini oleh Sekretaris Jenderal ETH, Ganda Satria Dharma. Ia berharap agenda kunjungan lapangan tersebut dapat terlaksana sesuai rencana.
“Jika kunjungan ini berjalan sesuai jadwal, kami tentu akan membersamai beliau. Kami pun merasakan duka yang mendalam atas peristiwa ini,” ujarnya penuh semangat.
Ganda yang juga merupakan putra daerah Sumatera Utara menyebut bahwa wajar bila dirinya memiliki ikatan emosional kuat dengan masyarakat terdampak di wilayah tersebut.
Hal senada disampaikan oleh Bung Rocky, yang menegaskan bahwa seluruh jajaran ETH merasakan empati mendalam terhadap para korban.
Ketum ETH, jajaran pengurus, serta seluruh relawan menyampaikan doa agar rangkaian bencana yang melanda segera mereda. Mereka berharap masyarakat yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang, damai, dan tenteram.
“Harapan kami, bencana ini cepat selesai dan masyarakat bisa kembali bangkit menjalani kehidupan yang lebih baik,” tutup Rocky.

















