Dugaan Berakibatkan Sentimen Pribadi, Lakukan Pemberhentian Secara Paksa Oleh Penjabat Geuchik, Yang Disebut-Sebut Sapaan Panggilan “Aca”, Terhadap Oknum TPK Yang Tidak Memiliki Problem.

Langsa Lama |detektifinvestigasigwi.com- Sungguh sangat mantap, dengan pola tingkah kinerja. Yang diduga penjabat (Pj) geuchik gampong meurandeh aceh kecamatan langsa lama kota langsa-aceh, lakukan intervensi serta intimidasi dengan jabatan. Terhadap salah satu seorang oknum tim perangkat di kantor desa meurandeh aceh tersebut.
Pasalnya, dugaan berakibatkan adanya sentimen pribadi. Tentang, tempat pembuangan saluran pipa kotoran ternak lembu. Dari kandang miliknya pribadi, yang di sebut-sebut sapaan panggilan “aca” selaku penjabat geuchik meurandeh aceh itu. Lakukan pemberhentian dengan secara paksa, oleh penjabat geuchik meurandeh aceh “aca” tersebut. Terhadap oknum perangkat desa di kantor desa meurandeh aceh, yang tanpa ada problem apa pun. Maka, diduga perbuatlah problem rekayasa. Agar oknum perangkat esa meurandeh aceh, dapat berhenti tanpa sebab.
Ironisnya lagi, penjabat geuchik meurandeh aceh itu. Yang di sebut-sebut sapaan panggilan “aca” tersebut, terus mencari-cari problem kepada oknum perangkat desa. Yang berinislal “z”. Disebabkan, diduga dengan sentimen pribadi oleh penjabat (pj) geuchik meurandeh aceh tersebut. Dengan alasan dugaan rekayasanya itu, membangkang terhadap atasan atau pimpinan desa. Parahnya lagi, dalam keterangan kronologis dari oknum perangkat desa gampong meurandeh aceh itu.
Yang di sebut-sebut sapaan panggilan “aca”, bahkan juga lakukan diduga provokasi. Untuk melakukan sabotase lakukan penanda tanganan melalui berkas, untuk menjatuhkan pekerjaan oknum perangkat di kantor desa itu, berinsial “z” dan penanda tanganan berkas itu. Adalah pihak dari keluarganya, oleh penjabat (pj) geuchik meurandeh aceh itu sendiri. Juga, dugaan melibatkan pihak tuha phet gampong.
Bukan hanya itu saja, diduga lakukan adalah tambahan sabotase fitnah dan pencemaran nama baik. Yang di modus kan rekayasa, dengan alasan. Bahwa, ada warga kalau bisa tidur dengannya itu. Maka, akan di berikan bantuan. Namun, dalam hal itu juga. Tidak terbukti apa yang di lakukan atau di sabotase kan oleh penjabat geuchik meurandeh aceh tersebut.
Yang disebut-sebut sapaan panggilan “aca”, penjabat (pj) geuchik meurandeh aceh itu. Akan terus berupaya, melakukan tekenan-tekenan, melalui surat dari warga tersebut. Agar pula, oknum perangkat desa meurandeh Aceh itu. Yang berinislal “z” dapat berhenti dengan alasan kehendak hati penjabat geuchik meurandeh aceh itu sendiri, terkesan pula.
Sistem management kinerja penjabat geuchik, yang di sebut-sebut sapaan panggilan “aca” itu. Kantor desa milik pemerintahan gampong, layaknya di anggap seperti kantor perusahaan pribadinya sendiri. Diduga pula, semua apa yang dia lakukan tersebut. Ada dugaan demi kepentingannya pribadi, bukan hanya itu saja yang telah terjadi.
Dalam pantauan dan sesuai hasil himpunan informasi yang didengar oleh wartawan media ini, selain dari sistem kinerja penjabat (pj) geuchik meurandeh aceh itu, bahkan dengan sistem penggunaan dana desa lainnya. Diduga dianggap dana desa gampong meurandeh aceh, disinyalir milik nenek moyangnya sendiri. Jadi, dengan sesuka hatinya. Dia lakukan apa saja, apa yang dia inginkan.
Ketika wartawan media ini juga, sempat mendengarkan ulasan kejadian yang menimpa terhadap dirinya berinsial “z” sebagai oknum perangkat desa gampong meurandeh aceh kecamatan langsa lama kota langsa itu. Dirinya menjelaskan, apa yang telah terjadi terhadap dirinya tersebut.
“Setelah kejadian, permasalahan penjabat geuchik aca itu. Yang ingin mau menggunakan areal lahan tanah, yang miliknya adik saya itu. Namun, semenjak dari situ lah. Saya di berlakukan, intimidasi serta intervensi. Bahkan juga, penjabat geuchik meurandeh aceh itu. Sempat mengeluarkan kata komentar terhadap saya, saya di paksakan untuk berhenti dari jabatan saya di desa. Dari situ lah, terus mengembang. Sampai sekarang ini, dan saja terus di buat laporan kemana-mana.
Mulai dari camat, sampai dengan ke kantor dpmg pemko langsa. Diduga dengan secara fitnah (pencemaran) nama baik saya, yang telah di lakukan dengan segala macam cara. Dan permasalahan ini juga. Belum ada terselesaikan, saya berharap kasus ini bisa dapat terungkap dengan secara hukum. Dan saya berharap juga, bapak wali kota langsa “Jefri Santana S Putra SE” dapat mengetahui dalam kejadian terhadap diri saya”. Pintanya, oleh berinisial “z” menyuarakan dengan secara publik media ini. Jumat 26/12/2025, sekitar pukul.12.11.wib.
Menurut oleh bung “zulfadli s sos i mm”, sebagai dari pihak aktivis lembaga swadaya masyarakat (lsm) bungoeng lam jaroe aceh di kota langsa. Dengan hasil penelusuran langsung dari pihak korban yang telah terzolimi dengan sistem dan sentimen ulah kinerja penjabat (pj) geuchik meurandeh aceh, yang di sebut-sebut sapaan panggilan “aca” itu. Bung “zul” langsung turut mengomentari kepada wartawan media online ini, dengan berbahasa nada tegasnya.
“Kalau sudah seperti itu, dengan pola dia lakukan. Dan juga lakukan sabotase, yang tidak sesuai dengan bukti serta fakta. Oleh penjabat (pj) geuchik meurandeh aceh tersebut. Kita akan surati pihak polda aceh bersama polres langsa, dan kita akan laporkan dengan cara pasal provokasi oleh warganya. Dan itu keluarga, untuk menjatuhkan karir pekerjaan salah satu oknum perangkat di kantor desa. Berinislal z, dan juga membuat surat laporan rekayasa fitnah pencemaran nama baik. Dengan tuduhan, atas menggelapkan berkas bantuan bansos warga desa meurandeh aceh, namun itu. Semua apa yang telah di lakukan “aca” itu, semua tidak memiliki bukti. Dan itu semua fitnah, kita lihat hasilnya nanti. Siapa yang lebih tangguh”, pungkasnya oleh bung “zul” paparkan secara publik pada media ini. Jumat 26/12/2025, sekitar pukul.21.05.wib.
(Jihandak Belang/Team LSM BLJ Aceh)
Berita Terkait












