Pandeglang, Banten | Dewan Pengurus Cabang Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Pandeglang dan Aktivis Gerakan Aksi Mahasiswa Indonesia (GAMPI), akan lakukan Audiensi ke ASDA 2 Ekbang Kabupaten Pandeglang, Pada 29 Desember 2025, rencana Audiensi Besok terkait Kualitas Beras Bulog Buruk dan Timbangan Kurang yang di bagikan ke Masyarakat Kabupaten Pandeglang, Audiensi ini bukan seremoni basa-basi, melainkan interogasi terbuka atas dugaan Kurangnya timbangan Beras Kemasan dan kualitas beras Bulog Buruk yang disalurkan kepada masyarakat dalam periode November – Desember 2025.
L. Irawan Sekretaris DPC GWI Pandeglang menegaskan bahwa rencana Audiensi ini merupakan tekanan moral dan kontrol sosial, menyusul membanjirnya keluhan warga dari berbagai kecamatan di kabupaten Pandeglang, perihal Kualitas Beras Buruk dan Timbangan Beras Kemasan Kurang dari 10 Kg.
L. Irawan secara gamblang menyebut bahwa laporan masyarakat menunjukkan pola yang seragam dan mengkhawatirkan, beras Bulog yang diterima 2 tahun terakhir sangat buruk dan beratnyapun diduga selalu kurang, sementara kualitas beras pada distribusi November hingga Desember justru makin merosot drastis.
“Kami tidak bicara asumsi atau opini. Keluhan datang dari banyak kecamatan dengan pola yang sama. Ini fakta lapangan dan tidak bisa ditutup dengan kalimat normatif,” tegasnya.
Tak berhenti pada keluhan lisan, DPC GWI bahkan telah mengamankan sampel beras dan Dokumentasi dari sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Saketi, Jiput, Patia, Pagelaran, Carita, hingga Picung. Sampel-sampel tersebut disiapkan sebagai pembanding nyata untuk menguji konsistensi mutu beras Bulog yang diklaim “standar”.
L. Irawan secara terbuka mempertanyakan asal-usul pasokan beras serta mekanisme Penerimaanya. Ia menyoroti apakah beras untuk 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang benar-benar bersumber dari Gudang Bulog Montor, atau justru berasal dari luar daerah tanpa transparansi yang jelas kepada publik.
Ditempat terpisah A. Daeroni Ketua Presidium GAMPI menyampaikan Kepada Awak Media “Bahwa Kami GWI dan GAMPI tidak sedang mencari kambing hitam, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat. Kami menilai, keberadaan sampel pembanding dengan kualitas jauh lebih baik dari pengiriman awal merupakan alarm keras atas inkonsistensi mutu dalam satu sistem distribusi negara.
“Kalau Gudang Bulog Montor menyatakan beras ini masih layak, kami hormati. Tapi publik wajib tahu kenapa dalam satu sistem distribusi kualitasnya bisa timpang. Ini bukan soal teknis semata, ini soal keadilan dan hak masyarakat,” pungkasnya.
Lanjut A. Deraoni, dalam Audiensi Besok kami akan meminta kepada Pemda Pandeglang untuk membentuk TIM agar mengecek Kualitas Beras dan Berat Beras Bulog yang di bagikan ke Masyarakat, termasuk DKUKMPP agar melakukan Tera Timbangan ke Gudang Bulog Montor, sesudah acara audiensi di Pemda Pandeglang kami akan layangkan laporan Pengaduan ke APH dan Bulog Pusat, tutupnya.
Isak Setiawan












