Lansia Pasar Rebo Lupa Usia, Tawa Dan Joget Ramaikan Hari Bahagia.

Jakarta |detektifinvestigasigwi.com- Pada tanggal 19 januari 2026 — Siang itu, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pasar Rebo, Jakarta Timur, tak sekadar menjadi tempat ibadah. Senin (19/1/2026) berubah menjadi ruang penuh tawa, canda, dan kebahagiaan saat puluhan lansia berkumpul merayakan kebersamaan dalam kegiatan kepedulian yang digelar Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID).

Sejak awal acara, suasana sudah terasa hangat. Para lansia saling menyapa, melambaikan tangan, dan tertawa ringan. Tak ada jarak, tak ada sekat usia. Beberapa lansia bahkan terlihat antusias, seolah tak ingin melewatkan satu momen pun dari kebersamaan itu.

Acara diawali dengan ibadah dan refleksi singkat yang membawa suasana khidmat. Namun, ketenangan itu perlahan berubah menjadi keceriaan ketika para lansia diajak berbagi cerita. Kisah hidup yang dibagikan penuh warna—tentang perjuangan, keluarga, hingga pengalaman lucu di masa lalu. Cerita-cerita itu justru memancing gelak tawa dan tepuk tangan panjang.

Keceriaan memuncak saat musik diputar. Lansia yang semula duduk rapi mulai berdiri dan ikut berjoget. Gerakan sederhana, langkah pelan, namun penuh semangat. Wajah-wajah yang sebelumnya tenang berubah cerah. Joget kecil dan tepuk tangan membuat suasana semakin hidup dan menghibur.

“Rasanya seperti muda lagi. Senang bisa tertawa bersama,” ujar salah satu lansia sambil tersenyum lebar.

Ketua Umum PEWARNA ID, Yusuf Mujiono, menyampaikan bahwa kebahagiaan para lansia adalah tujuan utama kegiatan ini. Menurutnya, perhatian sederhana dan kebersamaan dapat menjadi obat ampuh bagi kesepian yang kerap dialami lansia.

Ibadah dan penguatan rohani disampaikan Pdt. DR. dr. Ruyandi Hutasoit dengan gaya santai dan komunikatif. Selain pesan iman, ia juga membagikan tips menjaga kesehatan di usia lanjut, yang disampaikan dengan humor sehingga mudah diterima dan menghibur.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama. Momen tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus bangga, sebelum kembali diwarnai tawa dan canda.

Sejumlah tokoh dan jurnalis Nasrani turut hadir, termasuk Romo Kefas dengan nama lengkap Kefas Hervin Devananda.

Acara ditutup dengan pembagian paket sembako kepada para lansia. Namun lebih dari itu, para lansia pulang membawa kenangan indah dan rasa bahagia. Senyum, pelukan, dan ucapan terima kasih mengalir hangat di akhir acara.

Hari itu, Pasar Rebo menjadi saksi bahwa kebahagiaan tak pernah mengenal usia. Dengan cerita, tawa, dan kebersamaan, para lansia membuktikan bahwa hidup tetap layak dirayakan, kapan pun waktunya.

(Red/Jurnalis : Vicken Highlightlander/Editor : Pewarna Indonesia Kota Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP