Barak Narkoba Bhakti Karya Tak Pernah Mati: Siapa yang Menjamin Keberlangsungan Sarang Sabu Ini?

DetektifInvestigasiGWI.com | BINJAI — Barak narkoba di Jalan Samanhudi, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, kembali digerebek dan dimusnahkan Polres Binjai, Senin (19/1/2026). Namun penggerebekan ini justru membuka kembali luka lama dan pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab secara jujur di ruang publik: mengapa barak narkoba di lokasi ini selalu hidup kembali, meski berkali-kali diratakan aparat?

 

Dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., aparat mendapati barak dalam kondisi kosong. Tidak ada pengguna, tidak ada bandar. Namun jejak kejahatan tertinggal jelas: alat hisap sabu, plastik klip kosong, mancis, dan pipet sekop kembali ditemukan. Barang bukti yang sama, pola yang sama, lokasi yang sama—sebuah pengulangan yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan.

Fakta bahwa barak ini telah berulang kali ditertibkan namun selalu muncul kembali menimbulkan kecurigaan sosial yang sah. Publik mulai bertanya: siapa yang merasa diuntungkan dari keberadaan barak narkoba ini? Siapa yang menyediakan lahan, bahan, dan “rasa aman” sehingga aktivitas ilegal dapat berulang tanpa hambatan berarti?

 

Langkah Polres Binjai membongkar dan membakar barak narkoba patut diapresiasi sebagai tindakan tegas di lapangan. Namun dalam perspektif investigatif, pembakaran bangunan hanyalah mematikan api di permukaan, bukan memutus aliran bahan bakar di bawahnya. Tanpa pengungkapan jaringan, pemasok, serta pihak-pihak yang memungkinkan barak ini terus berdiri, pemusnahan hanya akan menjadi rutinitas seremonial.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., melalui Kasi Humas AKP Junaidi menegaskan komitmen kepolisian untuk terus memberantas dan memusnahkan barak narkoba. Pernyataan ini menjadi kontrak moral dengan masyarakat—komitmen yang kini ditunggu pembuktiannya dalam bentuk pengungkapan yang lebih menyentuh akar masalah.

 

Di sisi lain, warga sekitar hidup dalam dilema. Ketakutan untuk bersuara berhadapan dengan kekhawatiran akan keselamatan lingkungan dan masa depan anak-anak mereka. Diamnya masyarakat bukan selalu tanda persetujuan, sering kali itu jeritan yang terbungkam. Dan di ruang sunyi itulah narkoba tumbuh subur.

DetektifInvestigasiGWI.com menilai, perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan razia dan pembakaran barak. Diperlukan keberanian moral untuk membuka siapa saja yang berperan, siapa yang lalai, dan siapa yang selama ini diuntungkan. Tanpa itu, Bhakti Karya akan terus menjadi simbol kegagalan kolektif dalam melindungi generasi dari kehancuran narkotika.

 

Publik menunggu: apakah negara akan hadir sampai ke akar, atau berhenti di puing-puing barak yang dibakar?

 

Reporter: Mhd. Dzaki Zuris

Editor: Zulkarnain Idrus

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP