Daerah  

Bea Cukai–BNN Gagalkan 100 Kg Sabu di Aceh Timur, Elang Tiga Hambalang: Negara Butuh Kapolri Petarung

Aceh Timur, ditektifinvenstigasigwi.com— Upaya penyelundupan 100 kilogram sabu berhasil digagalkan oleh operasi gabungan Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Aceh Timur, Selasa (28/1/2026). Kasus ini menegaskan bahwa Aceh masih menjadi salah satu jalur rawan peredaran narkoba skala besar.

Pengungkapan tersebut menunjukkan pola klasik sindikat narkotika: jumlah besar, jaringan terorganisasi, dan lintas wilayah. Situasi ini dinilai sebagai alarm keras bagi negara bahwa perang melawan narkoba membutuhkan kepemimpinan nasional yang tegas dan berani.

Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang menyebut keberhasilan ini harus dibaca sebagai momentum memperkuat arah kebijakan Presiden dalam memerangi narkoba secara total.
Ketua Umum Elang Tiga Hambalang, H. Dedi Syafrizal, mengapresiasi kinerja Bea Cukai dan BNN, sekaligus menegaskan pentingnya figur Kapolri yang selevel dengan ancaman narkotika nasional.

“Narkoba adalah musuh masa depan bangsa. Presiden butuh Kapolri yang tegas, bersih, dan berani memimpin perang total terhadap sindikat narkoba,” tegasnya.

Dalam dinamika pencalonan Kapolri, Elang Tiga Hambalang secara terbuka menilai Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai figur yang paling relevan. Sebagai Kepala BNN, ia dinilai memiliki rekam jejak langsung dalam menghadapi jaringan narkotika dari hulu ke hilir.
Sekjen Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, menegaskan negara tidak membutuhkan Kapolri politis.

“Negara butuh Kapolri petarung, bukan Kapolri pencitraan. Komjen Suyudi paham betul medan perang narkoba,” ujarnya.

Pengungkapan 100 kg sabu ini menjadi penegas bahwa perang melawan narkoba adalah agenda nasional. Polri ke depan harus dipimpin sosok berani, berpengalaman, dan sejalan dengan agenda Presiden melindungi generasi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP