Jakarta
Kamis. 5 – Maret – 2026
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali melahirkan puluhan tenaga kesehatan baru di bidang kedokteran gigi. Sebanyak 85 lulusan program profesi dokter gigi resmi mengucapkan sumpah profesi dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, Selasa (3/3/2026).
Acara pengambilan sumpah dokter gigi tersebut dihadiri jajaran pimpinan yayasan, pimpinan universitas, perwakilan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP), Ketua Ikatan Alumni FKG, para dosen, orang tua, serta sejumlah tamu undangan. Prosesi ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan yang kini siap memasuki dunia pengabdian di bidang kesehatan gigi dan mulut.
Perwakilan lulusan, drg. Iva Wijani, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perjalanan menuju tahap sumpah profesi bukanlah proses yang mudah. Ia menuturkan, selama menempuh pendidikan banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari tekanan akademik hingga kelelahan fisik dan mental.
“Kami pernah berada di titik merasa lelah bahkan hampir menyerah. Namun berkat dukungan keluarga, dosen, serta teman-teman seperjuangan, akhirnya kami bisa melewati semua proses ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, profesi dokter gigi tidak hanya menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga membutuhkan kesabaran, empati, serta ketulusan dalam melayani pasien.
Sementara itu, perwakilan orang tua lulusan, dr. Riadhi Yulianto, Sp.B.Subsp.Onk(K)., SE., MBA, menyampaikan pesan agar para dokter gigi baru tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.
Menurutnya, momen kelulusan justru merupakan awal dari perjalanan panjang dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat. Ia juga berharap para lulusan mampu terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Moestopo, Dr. Tjokro Prasetyadi, drg., Sp.Ort., menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini FKG Universitas Moestopo telah meluluskan sebanyak 5.123 dokter gigi.
Pada periode pertama Ujian Kompetensi Nasional Mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi, sebanyak 85 peserta dinyatakan kompeten dengan tingkat kelulusan mencapai 97 persen pada Computer Based Test (CBT) dan 100 persen pada Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Bahkan, salah satu lulusan berhasil meraih posisi dua besar secara Nasional.
Menurut Tjokro, kontribusi FKG Universitas Moestopo terhadap penyediaan tenaga dokter gigi di Indonesia cukup signifikan. Dari sekitar 42 ribu dokter gigi yang ada di Indonesia, sekitar 10 persen di antaranya merupakan alumni fakultas tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa FKG Universitas Moestopo memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan tenaga kesehatan gigi di Indonesia,” jelasnya.
Para dokter gigi yang baru dilantik juga diwajibkan menjalani masa pengabdian serta pemantapan profesi selama enam bulan di rumah sakit maupun puskesmas sebelum sepenuhnya menjalankan praktik profesional.
Dalam kesempatan itu, Dekan juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEKGI) sebagai landasan moral dalam menjalankan profesi.
Selain aspek etika, ia juga menyoroti perkembangan teknologi di bidang kedokteran gigi yang semakin pesat.
Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pencitraan digital, hingga teknologi 3D printing dinilai membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi.
“Teknologi memungkinkan diagnosis yang lebih akurat, mempercepat proses perawatan, sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien,” katanya.
Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saefulloh, M.Si, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan beserta orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan hingga mencapai tahap profesi.
Ia juga mengingatkan bahwa universitas tersebut didirikan oleh Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Moestopo yang memiliki visi besar dalam membangun pendidikan berkualitas bagi bangsa.
Dalam prosesi sumpah kali ini, salah satu lulusan yang turut menjadi sorotan adalah drg. Farhany Sefina, yang diketahui merupakan cicit dari pendiri Universitas Moestopo.
Melalui momentum pengambilan sumpah ini, Universitas Moestopo berharap para dokter gigi yang baru dilantik dapat terus menjaga integritas profesi, meningkatkan kompetensi, serta memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Prosesi ini sekaligus menjadi awal perjalanan para dokter gigi baru untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi etika profesi, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.
Penutup
( Red )












