Diduga Adanya Pemberitaan Bodong, Serta Pemberitaan Opini, Tanpa Ada Konfirmasi Ke Pihak Puskesmas Langsa Lama.

Yang Diterbitkan Pada Media Online Klik Indonesia Langsa, Dan Di Unggah Pada Aplikasi Tik Tok, Dengan Akun @ernihajjawati.

Disinyalir pula, Tidak Memiliki Dasar Hukum Yang Akurat, Juga Terjadi Pemberitaan Fitnah Alias Pencemaran Nama Baik.

Gampong Baro |detektifinvestigasigwi.com- Sungguh sangat memalukan, apa yang telah di jabarkan. Dan juga diduga adanya pemberitaan bodong, serta pemberitaan opini. Tanpa ada di lakukan konfirmasi ke pihak puskesmas atau pun ke pihak posyandu di daerah desa gampong baro kecamatan langsa lama kota langsa-aceh, yang diterbitkan pada media online klik indonesia langsa.

Dan di unggah pula, pada aplikasi tik tok. Dengan akun atas nama @ernihajjawati, yang disinyalir pula. Tidak memiliki dasar hukum yang akurat, juga terjadinya pemberitaan fitnah alias pemberitaan nama baik. Yang berjudul, telah di publikasi kan secara online. Di media sosial, “Imunisasi Palsu: Hanya Foto, Tanpa Vaksin!” atau “Sandiwara Suntik di Posyandu Langsa. Yang di terbitkan pada tanggal, selasa 20 januari 2026 kemarin lalu.

Bukan hanya pemberitaan dugaan bodong itu saja, yang telah di upload oleh wartawati yang di sebut-sebut sapaan panggilan “Erni” tersebut, diduga opini. Selain dari itu juga, foto gambar juga tidak sesuai dengan kegiatan yang sempat pernah terjadi pada saat itu. Bahkan juga, adanya narasi yang telah di tulis oleh wartawati yang di sebut-sebut sapaan panggilan “Erni” tersebut. Ada menyebutkan kata komentar dari ketua kader gampong baro, disebut-sebut sapaan panggilan ‘indah”. Tertulis dan terpublikasi di media online klik Indonesia langsa, yang di perbuat.

Menyebut kan, “Tadi untuk bayi yang memang orang tuanya bersedia anaknya diimunisasi, pihak kesehatan dari Puskesmas melakukan imunisasi terhadap bayi dan balitanya,” ujar Indah. Pada hal, yang sebenarnya itu terjadi bukan itu. Komentar dari ketua kader di gampong baro oleh “indah”, dan wartawati disebut-sebut sapaan “erni” tersebut. Ada melakukan konfirmasi kepada ketua kader, dan di jawab oleh ketua kader tersebut. Pada dasar komentar ketua kader tersebut, “Posyandu ilp. Semua siklus hidup mulai dari remaja, bumil. Balita, lansia dan usia produktif semua bisa hadir ke posyandu. Saya tidak ada no kapus, saya boleh tau ini buk Erni wartawan kota Langsa ?. Hari ini, ada org dari puskesmas turun ke desa utk imunisasi balita di gampong baro. Td utk bayi yg emang org tuanya bersedia anaknya di imunisasi pihak kesehatan dari puskesmas melakukan imunisasi terhadap bayi n balitanya, Maaf buk, klw itu saya kurang tau, Karna td saya dibagian ngecek gula darah. Baik buk 🙏”, tuturnya. Ketua kader gampong baro, pada saat itu. 20/1/2026, sekitar pukul.17.25.wib.

Dan ketua kader tersebut, dia paparkan kepada wartawan media ini. Saat bertemu di ruangan kerja kepala puskesmas kecamatan langsa lama kota langsa-aceh, dini hari jumat 23/01/2026 sekitar pukul.10.28.wib. Yang lebih serunya lagi, apa yang di sebut-sebut oleh narasi tulisan oleh wartawati yang di sebut-sebut.sapaan panggil “erni” itu. Tidak sesuai apa yang terjadi fakta di lapangan dan juga dari bukti komentar ketua kader tersebut, bahkan juga. Ketika wartawan media online ini juga, sempat juga bertemu dengan pihak yang membidangi kegiatan itu.

Yang disebut-sebut sapaan panggilan ibu “Siska Marlini,A.Md.Keb”, selaku penanggung jawab Imunisasi UPTD puskesmas langsa lama kota langsa-aceh. Disini saya mau klarifikasi, bahwa berita yang beredar di media sosial (med-sos). Itu ada lah tidak benar, karna kami betul melakukan kegiatan pelayanan imunisasi tersebut. Yang berlokasi, di desa gampong baro. Pada tanggal kegiatan, 20 januari 2026, sebagai perincian uraisna singkat kegiatan itu. Yakni, “pelayanan DPT-hib1/Polio2/Rota virus1/Pcv1. Dan pemberian campak lanjutan pada baduta, dan imunisasi BCG itu. Bukan tidak kami lakukan, tetapi di tunda ke bulan depan. Berhubung hanya 2 orang yang ingin suntik.

Ada 1 orang tua, yang meminta ijin ke petugas imunisasi. Untuk BCG bayi nya, itu pun di tunda ke bulan depan (di bulan februari 2026), lalu petugas menanyakan kepada orang tua yang memang ingin bayi nya BCG di bulan ini (tanggal 20 januari 2026), 1 orang bayi umur 1 bulan. Juga dengan 1 bayi lagi umur < 1 bulan, jadi petugas mengambil inisiatif. Untuk memberikan BCG pada bayi yang 2 orang ini, ke bulan depan (pada bulan februari 2026). Mengingat umur bayi masih ideal, untuk mendapatkan pelayanan imunisasi BCG. Pada usia 2 bulan (di februari 2026 nanti), dan imunisasi BCG ini. Masih bisa di berikan pada usia bayi sampai dengan usia bayi 12 bulan (1 tahun), tujuan petugas menunda pemberian BCG kepada 2 orang bayi ini.

Untuk meminimalisir, agar vaksin tidak terlalu banyak yang terbuang. Vaksin BCG ini, 1 vial berisi 20 dosis. Juga ada batas waktu pemakaian nya, setelah vaksin di buka (buang) tidak bisa di gunakan lagi”. Ungkapnya, ibu “Siska” kepada wartawan media ini. Pada saat hari ini juga, 23/01/2026 sekitar pukul.12.28.wib.

(Jihandak Belang/Team Sumber : Puskesmas Langsa Lama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP